Update Perbaikan Aplikasi SPM2014 v.14.1.3 (versi D dan versi E)


Dengan adanya update aplikasi SMP2014 v.14.1.3 beberapa waktu yang lalu tentang penambahan aplikasi SILABI yang mempunyai beberapa masalah dan kekurangannya, dan kemudian dikeluarkan dua update perbaikan yaitu  Update SPM 14.1.3-b (versi B) dan  Update SPM 14.1.3-C_SILABI (versi C) (lihat postingannya di sini) masih terdapat beberapa kekurangan yang perlu update perbaikan kembali. 

Karena kesibukan dan lain hal, baru sekarang bisa kami postingkan. Updatenya ada 2 (silakan klik untuk men-downloadnya) yaitu:

Unduh via MediaFire:

1. Update SPM_14.1.3-D  (versi D)

ATAU Unduh via docs.google.com:



Keterangan Update:


A. Update SPM_14.1.3-D  (versi D) 16 Mei 2014
     PERBAIKAN PADA SILABI :
1.  Dapat dilakukan PU Bank dari saldo awal (tanpa harus merekam SPM UP)
2.  Perbaikan Pencetakan Karwas Realisasi Anggaran untuk pembukuan SPM Pihak Ke-3
3.  Perbaikan pencetakan Berita Acara Pemeriksaan dan Rekonsiliasi
4.  Perbaikan pencetakan LPJ
5.  Perbaikan pembuatan & pencetakan BAR & LPJ pada SILABI Bendahara Penerima.

B. Update SPM_14.1.3-E  (versi E) 26 Mei 2014
     PERBAIKAN PADA SILABI :
1.  Perbaikan transaksi SPM LS pihak ke 3
2.  Perubahan cara menghitung nilai transkasi 21 (terima LPj BPP)
3.  Perbaikan cetakan BKU
4.  Perbaikan pembuatan Berita Acara  untuk BPP
5.  Perbaikan pembuatan Berita Acara pemeriksaan Kas yang menyebabkan LPJ di Saldo BKU minus
6.  Solusi untuk LPJ yang BKU minus adalah Rekam Ulang Berita Acara nya

Semoga update ini memperbaiki masalah yang ada.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

23 komentar

komentar
1/6/14 20:07 delete

pak admin bs di upload disini ga contoh kasus transaksi bendahara pengeluaran

Reply
avatar
Soedarsono
2/6/14 09:14 delete

Setelah kami melakukan update SPM terakhir dan melakukan posting data : pada pencetakan buku pembantu UP terdapat transaksi SPM LS pihak ke 3, sehingga mempengaruhi jumlah saldo di buku pembantu tersebut dan LPJ Bendahara.
Untuk uraian transaksi pada buku Pembantu UP ada perbedaan pada pemasukan transaksi lama (sebelum update) dan baru (sesudah update).

Reply
avatar
2/6/14 15:48 delete

Versi E malah menghilangkan kwitansi belum di Sp2Dkan

Reply
avatar
2/6/14 16:17 delete

Semog segera ada update F atau update resmi DJPB

Reply
avatar
5/6/14 12:38 delete

Terima Kasih Banyak mas

Reply
avatar
20/6/14 15:53 delete

Review update ini kami tulis di http://goo.gl/BclIJ2 semoga segera ada perbaikan

Reply
avatar
22/6/14 01:16 delete

Update ini telah dipakai pada bimtek/paktik langsung silabi kami dan berjalan dengan sempurna. Bapa Soedarso harus melakukan posting mulai bulan sebelumnya pa. Jadi sebenarnya kita belanja setelah uang ada, perhatikan tanggal kwitansi.

Reply
avatar
22/6/14 01:32 delete

Update E ini telah dipakai pada bimtek/paktik langsung silabi kami dan berjalan dengan sempurna, namun praktik kami kemaren hanya dari Januari s.d. April, jadi kemungkinan riview bapa ada benarnya karena dalam praktik kemaren tidak menemukan contoh seperti kasus bapa, seperti Uang makan yg sebelumnya LS Bendahara tapi pada bulan2 berikutnya dg LS pihak ke-3 dan masalah2 lainnya. Terima kasih kepada bapa Hafid Junaidi yg memberikan masukannya. Jika nanti kami telah sampai pada bulan Juni, akan ketahuan kelemahan aplikasi ini ataukah baik-baik saja.

Reply
avatar
22/6/14 01:41 delete

nggak punya pa selain transaksi punya kita sendiri dan masih mendalami juga. Ternyata mengikuti bimtek SiLaBi harus konsentrasi ekstra.

Reply
avatar
22/6/14 09:08 delete

pak mohon pencerahannya ketika mau masuk menu transaksi kode 05 kok ndak ada? terus mau transaksaksi spm GUP kok ndak bisa ya?

Reply
avatar
23/6/14 08:51 delete

Semoga segera ada update pak, terutama untuk masalah kwitansi UP belum di GUP-kan, kalau pengawasan anggaran belanja sih bisa akhir-akhir saja ^_^

Reply
avatar
23/6/14 08:51 delete

Semoga segera ada update pak, terutama untuk masalah kwitansi UP belum di GUP-kan, kalau pengawasan anggaran belanja sih bisa akhir-akhir saja ^_^

Reply
avatar
23/6/14 14:23 delete

Semoga gambaran yg bapak buat seperti ini: saya akan buat alur yg kami kerjakan.

Bulan Januari 2014:
masuk RUH Transaksi >> Rekam SPM UP/TUP >> Rekam PU Bank >> RUH Kwitansi > Rekam senilai UP >> RUH Transaksi >> Transaksi UP >> Ambil Kwitansi UP sesuai Tanggal Kwitansi pembukuannya. Kemudian harus buat BAR dan Posting 01 s.d 31 Januari 2014.

Selanjutnya langkah pada bulan Pebruari 2014:
RUH Transaksi >> SPM GUP >> Ambil Kwitansi UP senilai GU di SPM.

Jadi ringkasnya kita buat kwitansi UP senilai yang kita GU kan, baru kemudian transaksi UP sehingga Nihil.

Reply
avatar
23/6/14 14:29 delete

Pada kasus Kwitansi UP belum GU = 0, itu kemungkinan ada pekerjaan yg meloncat. Misalnya Maret = 0 berarti ada kemungkinan anda sudah membuat BAR pada bulan April. Solusinya hapus semua bulan April tersebut dan posting ulang bulan Maret dan buat BAR bulan Maret tersebut.

Reply
avatar
23/6/14 14:34 delete

Ada juga kasus senilai GU menjadi Doble, itu disebabkan karena ada tanggal kwitansi pada akhir bulan sebelumnya. Misalnya ada kwitansi pada tanggal 31 Maret sedang GUnya bulan April, maka itu harus posting kedua bulannya: Maret dan April. Jika tidak... itulah yg terjadi.

Reply
avatar
23/6/14 14:40 delete

Bapa periksa dulu kondisi aplikasi silabinya, sudah sempurna apa memang sering bermasalah. Kemudian dalam mengerjakan Silabi sesuaikan alurnya pa, harus ada yg mengajarkan, kalau coba-coba jadi malah kacau.

Reply
avatar
25/6/14 09:36 delete

Sebenarnya tidak juga, kasus yang saya alami proses kurang lebih seperti yg dijelaskan di atas, ini ada transaksi bulan mei (LPJ trakhir krn Juni belum) ada kwitansi belum GU sebesar 1.500.000 gambaran di buku pembantu UP dan BAR (sebelum LPJ) seperti gambar di bawah ini.
gambar 1
gambar 2
Mungkin ada screenshoot contoh transaksi yang berhasil merekam kwitansi UP belum di-GU kan pak?

Reply
avatar
25/6/14 09:50 delete

kwitansi sebesar 1.500.000 tersebut juga sudah kami lakukan GU di bulan Juni ini, sudah kami posting juga, tetap saja nilai kuitansi UP belum di-GU/ belum di SP2D bernilai 0

Reply
avatar
26/6/14 21:54 delete

ternyata justru ada solusi lain? bahwasannya dalam membuat berita acara? tidak boleh ada transaksi di bulan berikutnya. (dalam kasus kerja rapel) maksudnya kasus kwitansi belum di GU rp 0 krn telah ditransaksikan di bulan berikutnya. salah satu pengunjung review kami memberi saran tersebut dan berhasil. kini tinggal masalah buku pengawas anggaran belanja serta pembukuan bendahara penerimaan yg tidak menyediakan PU bank dimana kebetulan bendahara penerimaan kami memiliki rekening pada bank yg tidak bisa melakukan penyetoran pnbp shg perlu PU bank dan disetor tunai pada bank lain

Reply
avatar
5/8/14 16:15 delete Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
avatar
5/8/14 16:16 delete

Saya sebelumnya menemui masalah pencetakan BA Pemeriksaan Kas Bendahara Penerimaan, tapi setelah melakukan Update SPM_14.1.3-D (versi D) 16 Mei 2014, justru malah kami sama sekali tidak bisa merekam BA yang dimaksud, mohon pencerahannya. Terim kasih sebelumnya

Reply
avatar
rij ahmad
9/8/14 00:52 delete

kenapa kuitansi tdk terlihat print previewnya pada saat ingin dicetak di aplikasi SILABI mohon bantuannya....

Reply
avatar

Mohon maaf jika pertanyaan Anda tidak terbalas karena tidak termonitor (offline) atau keterbatasan pengetahuan saya :D

Update All Aplikasi Satker